Minggu, 27 Februari 2011

Yaa Allah, maaf aku selingkuh!

Bismillahirrahmanirrahim..


“ Nggak ummi, maafkan Dinda kalau kali ini Dinda harus menolak keinginan ummi!”


“Kenapa Dinda? Tak ada yang kurang dari Said.”


“Dinda sudah punya pilihan sendiri ummi. Tolong mengerti, ini bukan jaman siti nurbaya. Nggak ada jodoh-jodohan ummi.”


Braakk!!. . Kubanting pintu sekencang-kencangnya.


“Astaghfirullah..” masih kudengar ummi beristighfar.


Segera kutanamkan diriku dibawah bantal, menangis sejadi-jadinya. Aku sudah mencintai Mas Radit, harusnya ummi nggak memaksakan keinginannya padaku. Apa sih maunya ummi sama abah, pakai acara jodoh-jodohan segala, ini kan bukan jamannya mereka lagi!.


Sabtu, 26 Februari 2011

Cantik, ijinkanku menunduk

Bismillahirrahmanirrahim..

" Gila tu cewek, cantik bener yak!" kata Romi

"Huss..cewek terus dipikiran lu!" kataku.

"Ada cewek cantik gitu, kan sayang kalau disia-siakan nggak dilihat."

"Masyaallah Romi!"

"Apaan sih Mas, orang dia yang mau dilihatin. Kan mubadzir kalau nggak dilihat" Romi cengengesan.

"Waduh, kalau orang islam pikirannya kayak kamu. Apa kata akhirat?" kataku sambil mengacak rambut adikku.

Kamis, 24 Februari 2011

Senyummu Bahagiaku

Oleh : Yulia Jasmine

Bismillahirrahmanirrahim..

“Irfan,kamu menggambar lagi?” Suara jengkel ibu mengagetkanku yang sedang asyik memainkan pensil di kertas gambar kesayanganku.

Aku diam saja. Ku tundukkan kepalaku semakin dalam. Takut.

“ Kamu kalau dikasih tahu ibu, yang nurut, Nak. Buatlah ibumu ini bangga.”

Ibu selalu memaksaku melakukan apa yang ibu inginkan, tanpa mau tahu apa yang aku inginkan. Belajar..belajar..dan belajar. Apakah aku hanya ditugaskan untuk belajar dan belajar? Ibu masih kah engaku tidak menerima keadaanku ini!.

* * *

“Fan, nyanyi dong..” seorang teman memintaku. Disambut riuh oleh temanku yang lain. Dengan senang hati aku langsung mendendangkan sebuah lagu.

Teman-temanku tertawa ria mendengarkan lantunan suaraku. Aku jadi tambah bersemangat tuk meneruskan nyanyianku. Karna aku senang bila kawan-kawanku gembira karnaku, melihat senyuman mereka membuatku bahagia.

Selasa, 22 Februari 2011

Jangan Sesatkan Cintaku

Bismillahirrahmanirrahim..

“ Aku yakin cintaku nggak semu sama dia, aku bisa merasakan kalau aku memang jatuh cinta padanya. Masa semu si mbak,” kata adikku yang sedang jatuh cinta.

“Semu itu bukan karena adik nggak bisa merasakan atau bisa merasakan, tapi semu karena cinta yang adik rasa hanya sekedar cinta-cintaan. Tak ada cinta yang sejatinya cinta,”kataku.

“Maksudnya gimana sih mbak? Cinta kan tetap saja cinta, aku yakin kok dia itu cinta sejatiku.”

“Yakin darimana?”

“Yakinlah mbak, soalnya aku cinta mati sama dia.”

Minggu, 20 Februari 2011

Maumu Apa yaa Ukhti!!??

Bismillahirrahmanirrahim..

Kau bilang, aku tak sanggup jaga pandangan..

Kubilang, aku memang tak sanggup jaga pandangan bila kamu membuka auratmu lebar-lebar.

Kau bilang, aku ganjen karna memandangmu..

Kubilang, kau katakan aku tak mampu jaga pandangan. Eehh..giliran aku jaga pandangan, kau buka auratmu lebih lebar. Maumu apa yaa ukhti?

Kau bilang aku sok alim..

Kubilang, aku tak mau pacaran  karna bisa merusak harga dirimu..

Kau bilang aku tak tahu diri..

Kubilang, kau katakan aku sok alim karna nggak mau pacaran. Eeehh..giliran aku mau pacaran denganmu kau bilang aku tak tahu diri. Maumu apaa yaa ukhti?

Jumat, 18 Februari 2011

Usap Tangismu, Mbak!

Bismillahirrahmanirrahim..

Melihat sebuah keluarga yang mampu mencukupi semua kebutuhan, kadang kala membuatku iri. Bukan karna aku tak pandai bersyukur, tapi hal ini membuat aku dan adikku semata wayang harus mau berbagi dalam berbagi hal. Termasuk urusan sekolah dan segala macam urusan.

“Siapa yang mencuri uang Bapak?” ibu menatap aku dan Mamat bergantian. Sedangkan bapak melihat kami dengan geram. Aku yang baru kelas 6 SD tersedut tertunduk ketakutan.

“Siapa?” kata bapak membentak kami.

“Mamat, pak!”

Aku terkejut  melihat adikku yang baru kelas 3 Sd itu sangat berani. Bukan, bukan Mamat yang mengambil uang Bapak. Suaraku tertahan, tak mampu terucap.

Menggugat Jilbab (Bag.2)

Bismillahirrahmanirrahim..


“Assalamu’alaikum bu ustadzah..suit..suit..ehm..ehm..godoain kita donk.”


Aku dan Riana segera mempercepat langkah, kujawab salam mereka dengan suara sangat pelan,itu juga yang mungkin Riana lakukan .


“Tuh kan mbak, kita pakai jilbab aja masih digodain sama pemuda-pemuda iseng, jadi kayak nggak ngaruh pakai jilbab. Bukannya turunnya surat Al ahzab 59 itu gara-gara para pemuda munafik yang suka godain wanita, makanya disuruh manjangin jilbab. Kalau kita udah manjangin gini kenapa juga masih digodain?”