Minggu, 06 Februari 2011

Cinta Tak Selamanya Merah Jambu

Bismillahirrahmanirrahim..

C.I.N.T.A.

Tak pernah bosan kamu mengobrak-abrik lima kata ini, yang tiap harinya ada saja yang terselip dalam setiap pembicaraan. Tak indah rasanya kalau tiada hari tanpa membicarakan kisah-kisah cinta, paling nggak yaa curhat-curhat, lagi-lagi curhat pun tak jauh dari masalah cinta. Tapi, apa kamu tahu apa arti cinta?

Kata orang bak pujangga, cinta itu hanya aku dan kamu yang lain ngontrak..

Kata orang yang setengah waras, cinta itu tipuan..

Kata orang yang  membenci, cinta itu nggak ada namamu..

Jumat, 04 Februari 2011

Tangismu, Emak !!!

Bismillahirrahmanirrahim..


" Aku gak bisa kalo Emak tinggal dirumahku mas. Kerjaanku cuma jadi tukang ojek, gak kayak mas Edy yang jadi PNS " Kata Rahmat.


" Emak pengennya sama kamu Mat. Emak kan juga udah bilang, gak apa-apa asalkan sama kamu disini. Emak gak mau pindah keluar kota ikut aku, emak udah terbiasa hidup disini" Kataku.


" Aku keberatan mas, maaf. Buat hidup aku dan anak-anak aja penghasilan ojeknya gak mencukupi. Masa mau ditambahi sama Emak " Istri Rahmat ikut berbicara.


" Yaa Allah Na, rejeki tiap orang kan udah dikasih. Gak perlu takut " Kataku, sedangkan Istriku hanya membisu.

Selasa, 01 Februari 2011

Sepotong Roti

Bismillahirrahmanirrahim..


Aku berjalan diselimuti awan panas siang ini, roti-roti yang aku tawarkan pun baru 3 buah yang terjual. Rasa letih membuat aku tertatih-tatih saat menjual roti ini. Tapi kalo aku tidak bisa menjual roti ini, ayah, ibu dan adik-adikku tak bisa makan.


Aku putuskan untuk mencari tempat berteduh, ingin ku mendudukkan diriku untuk melepas lelah. Aku melihat sebuah pohon besar yang rindang, aku segera menuju kesana.  Disana sudah ada seorang anak dengan pakaian lusuh, aku duduk tak jauh darinya.

Senin, 31 Januari 2011

Nikmat yang Terdustakan

Bismillahirrahmanirrahim..

Seorang anak terlahir dalam keadaan tak memiliki tangan, hanya kaki yang menjadi penopang badannya. Namun, tak ada kata menyerah dari sang Ibu untuk membangkitkan semangat anaknya.

Sang Ibu tak sedikit pun mengajarkannya untuk menyerah pada keadaannya. Dia diajarkan oleh Sang Ibu untuk mempergunakan kakinya sebagai tangannya juga.

Siapa yang menyangka diumurnya yang belum genap 12 tahun, dia mampu memasak, mencuci piring, dan melukis yang menjadi bagian hobbynya. Bahkan dia mampu mengetik di komputer dengan kecepatan yang tak bisa ditandangi oleh teman-teman sebayanya disekolah hanya dengan

Jilbabku Sayang, Jilbabku Malang

Bismillahirrahmanirrahim..

Aktivitas pagi ku hari ini ingin olahraga bersama dengan dua sahabatku menuju taman kota. Aku sudah berjanji dengan mereka didepan komplek.

“ Assalamu’alaikum Iwan, Malik “

“ Wa’alaikumsalam bang Said “ Kata mereka kompak.

“ Ayuk langsung jalan “ Kataku.

Aku dan dua orang sahabatku berlari perlahan, kadang kala ada obrolan kecil keluar dari mulut kami. Candaan pun tak terlewatkan disela nafas kami yang tersengal karna rasa lelah dan keringat yang kian membanjir.

Mataku tiba-tiba menangkap sesosok wanita yang sedang berdiri di halte Bus, pakaiannya membuatku heran. Jilbab yang menutupi mahkotanya, tidak seimbang dengan baju ketat dan celana jeans yang dia kenakan. Belum lagi lipstik merah yang terpoles dibibirnya dan bedak tebal menutupi seluruh permukaan wajahnya. Aku segera tersadar, masyaallah mengapa aku mengomentari penampilan orang lain. Aku menggeleng-gelengkan kepala.

Minggu, 30 Januari 2011

Facebook in Love ( Bag.2 )

Bismillahirrahmanirrahim..


Sudah hampir satu bulan aku ta’aruf denganya, bahkan kata-kata mesra pun sering kali tersisipi dalam chating kami atau ketika dia menelponku. Baru dua kali dia menelponku, namun hati ini sangat ingin untuk terus menelponnya. Maka SMS adalah pilihan terakhirku bila dia gak terlihat di Facebook. Belum lagi kalo dia sudah memberikan kata-kata cinta yang terbentuk dalam sebuah syair untukku, serasa dunia ini hanyalah untukku dan dirinya.


“ Akhi, kapan kamu mau datang kerumah ? “


“ Insyaallah ukhti secepatnya. Kalo pun aku ke rumah, aku belum bisa melamarmu “


“ Kenapa akhi ? “ Mataku terbelalak melihat ketikannya yang menusuk hatiku.


“ Aku masih belum kerja mapan, keadaanku masih seperti yang ukhti tau “


“ Aku bisa terima keadaanmu akhi “


“ Afwan ukhti, mengertilah “


“ Aku gak menuntut akhi untuk segera menikahiku. Aku hanya ingin akhi membuktikan keseriusan. Itu saja “


“ Ukhti gak percaya denganku ? “


Percakapan ini selalu berakhir dengan pertengkaran. Tak ada kejelasan hubungan ini mau diarahkan kemana. Tapi aku pun tak mampu untuk kehilangannya. Aku masih berharap banyak padanya.

Sabtu, 29 Januari 2011

Facebook in Love

Bismillahirrahmanirrahim..

Keseharianku yang terkesan pendiam seakan luber begitu saja ketika ku mengenal sebuah jejaring sosial yang sudah mendunia. Trend yag menghebohkan dunia, tak ketinggalan aku pun ikut nimbrung didalamnya.

" Hari yang melelahkan "

Ku tulis distatus Facebook ku, entah apa tujuanku menuliskannya. Yang penting aku ingin menulis itu, tak peduli orang peduli pada status ku atau tidak.

" Assalamu'alaikum ukhti " Ting, suara chat Facebook ku berbunyi. Ku lihat pengirimnya. Aku tersenyum seketika.

" Wa'alaikumsalam akhi " Ku beri emoticon smile untuk menyambut sapaannya.

" Apa kabar ukht ? "

" Alhamdulillah baik, akhi gimana ? "