Sabtu, 02 Juni 2012

Why Me?

Bismillahirrahmanirrahim...


“Iihhh.... Kenapa yang dibahas selalu wanita sih? Lagi-lagi yang dipermasalahkan kesamaan  gender, Poligami terus sekarang neraka juga katanya milik wanita. Segitunya ya jadi wanita!” Curhat seorang sahabat BMB padaku.


“Sesungguhnya aku melihat kalian ( Wanita )sebagai penghuni neraka terbanyak.” (Hr. Bukhari dan Muslim).

Waw... Ada apa nih sama wanita? Apa karena di dunia ini udah tampak kalau wanita lebih banyak dari laki-laki, atau karena terlalu banyak “pameran” wanita dimana-mana.


Coba kita pahami kata Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

Hah! Kembar?



"Hah! Kembar?"

Aku dan ibuku saling berpandangan tak percaya, lalu kembali menatap seorang laki-laki berjas putih di hadapanku. Bagaimana mungkin diusia kehamilanku yang genap 7 bulan baru ketahuan bahwa bayi di kandunganku kembar.

"Nggak mungkin, Dok? Saya tiap bulan USG kok!"

"Ini denger detak jantungnya," kata Dokter sambil menggeserkan alat USG di perutku.

Detak jantung bayi dalam perutku menggema ke seluruh ruangan, namun tiba-tiba ada suara detak jantung lagi tapi berbeda iramanya dengan yang pertama.

"Nah, 2 ya bu detak jantungnya. Ini gambarnya."

Aku menatap layar monitor sampai tak berkedit, 2 tubuh berbeda ada dalam perutku.

Air mata mengalir tak tertahankan, perutku yang menggelembung dielus ibuku lembut. Senang? Tentu. Tapi  selepas dari Dokter, rupa-rupanya pikiranku dan beliau sama. Kami Panik. Belum genap 4 bulan yang lalu, istri sepupuku melahirkan bayi laki-laki kembar namun sayangnya kedua bayinya tak dapat diselamatkan.Maka wajar ketika pikiran kami diselimuti rasa khawatir tingkat tinggi, namun pada akhirnya yang dapat kami lakukan hanyalah pasrah

Suami tentu saja tidak percaya, sampai harus melakukan USG lagi. Tapi ketika ia yakin, dengan tegas ia langsung memutuskan aku harus ke Surabaya, ke rumah orang tuanya. Karena ia sudah tidak yakin dengan Rumah Sakit yang ada di sekitaran kami , mungkin masih ada  trauma dibenaknya saat sepupuku harus kehilangan putra kembarnya. Setelah dibicarakan dengan keluarga, akhirnya mereka sepakat, aku diungsikan sementara ke Surabaya untuk melahirkan.

Keadaan yang memang membuatku akhirnya harus menerima, tapi kesenangan, kegembiraan menyambut anggota baru sudah menyemarak di rumah mungil kami. Termasuk Ayah dan ibuku, semua keluarga diberi kabar bahwa mereka akan memiliki cucu kembar. Maklum saja, ini adalah cucu pertama mereka dan mungkin saja cucu satu-satunya yang kembar saat ini. Seluruh keluarga sudah tidak sabar menyambut keluarga baru kami, setiap bertemu mereka mengelus lembut perut buncitku. Betapa besarnya perutku, itulah kata-kata yang kerap kudengar dari mereka.

Kegembiraan itu akan terus berlanjut meski aku tidak  melahirkan di dekat mereka, tapi di Surabaya, di tempat mertuaku. Aku yakin akan menemukan kegembiraan yang sama seperti di keluargaku dan ternyata tepat seperti dugaanku, aku dimanja di sana. Mungkin juga karena ini adalah cucu kembar satu-satunya di keluarga beliau atau mungkin juga karena aku yang jarang sekali bertemu beliau. Semoga dimanapun tempatku melahirkan, ada berkah yang terhimpun. Aamiin.




Kamis, 31 Mei 2012

Hei, Kamu Bukan Lady Gaga!

Bismillahirrahmanirrahim...


Akhir-akhir ini, perhatian kita dipusatkan pada kedatangan si "Mother Monster" yang tak lain dan tak bukan, dia adalah Lady Gaga. Pro Kontra nggak lepas dari hal-hal seperti ini, ada yang mengecam keras tapi ada juga yang sampai melakukan protes kalau si Gaga ini benar-benar Gagal untuk datang ke indonesia.


"Little Monster" inilah sebutan untuk penggemar fanatik si Gaga. Mereka tak ubahnya orang yang telah terhipnotis penampilan semata, semua yang dipakai si 'ibu' mereka ikuti, nggak soal itu bagus buat mereka atau nggak, yang penting gaya dan terlihat sebagai penggemarnya. Padahal hanya ikut-ikutan saja, ikut nyanyi-nyanyi aja tanpa tahu apa- apa, cuma ikut gaya-gaya aja tanpa tahu gayanya senorak apa.


Liat saja, mereka berkorban sampai nangis-nangis karena si 'ibu' nggak jadi manggung. Mereka sebagai remaja hanya tahu kalau liat konsernya, ngikutin gayanya, itu sebagian dari Trend. Gelora ingin dipandang sebagai yang paling "ngikutin trend" seolah-olah menjadi perlombaan meski itu dalam keburukan. Mereka hanya tak tahu, bahwa apa yang mereka ikuti TAK PERNAH layak untuk dijadikan contoh. Mereka hanya ingin SEPERTI 'ibuny' si Lady Gaga.

Senin, 28 Mei 2012

Sayang, Aku (bukan) Pembantu!

Bismillahirrahmanirrahim...


"Aku ini bukan pembantu, mas! Jangan kau suruh-suruh aku terus, aku capek kerja 24 jam sehari 7 hari seminggu. Bantu aku sedikit aja gitu lho mas!" Ujar sang istri yang kelabakan mengurus anak dan dapur dalam satu waktu.


"Aku juga capek, hari libur gini aku cuma pengen istirahat. Nggak usah lah ganggu aku dulu!" Acuh sang suami yang ingin menikmati masa liburnya.


"Istirahat kok maenan Hp, Fesbukan. Istirahat tuh tidur!" Kata sang istri nggak mau kalah.


"Ini juga istirahat  dan..bla...bla..bla..."

Rabu, 23 Mei 2012

Jadikan Aku yang Terakhir Bagimu


Bismillahirrahmanirrahim...


Wanita biasanya selalu diidentikkan dengan kelembutan, kesantunan, dan keindahan. Tapi, ketika ia merasa terkhianati maka ia akan cepat berubah menjadi orang yang mudah bersedih bahkan menjadi seorang pendiam dan tidak mau lagi percaya pada seseorang. Atau mungkin saja ia akan berubah menjadi seseorang yang mudah marah, mudah tersinggung dan penuh emosi.


Tidak semua memang, tapi juga tidak sedikit yang mengalaminya. Hasrat seorang wanita untuk menjadi yang terakhir bagi seorang laki-laki membuatnya terlihat sebagai seorang yang posesif, suka ngatur dan menjadi pencemburu berat. Namun, dibalik itu semua ternyata ada rasa KETAKUTAN yang kuat, bahwa ia akan dikhianati pasangannya. Bagaimana tidak, jika setiap hari seorang laki-laki di hadapakan dengan puluhan bahkan ratusan wanita -yang bukan mahram- yang dengan mudah menampakkan auratnya.