Kamis, 01 Desember 2011

Cahaya dari Rasa Kehilangan

Bismillahirrahmanirrahim...

Pahit..sangat pahit...

Bila aku harus kehilangan dia, mendingan aku nggak usah lagi kenal yang namanya cowok. Sakit hati ini...sakit.

“Kalau saja cinta itu benar adanya untuk Allah dan dari Allah, aku yakin, kamu justru merasa harus kehilangan dia.”

Suara di belakangku membuat aku tersentak dari lamunanku. Mbak Ayu segera duduk di sampingku. Aku segera menyeka air mata yang terus mengalir  tak terkendali.

“Tapi mbak, aku udah terlanjur cinta. Udah banyak mimpi indah yang kita rancang sampai ke rencana menikah. Eeehh...dia justru gampang banget berpaling ke cewek lain. Katanya nggak cocok ta’arufan sama aku, tapi kenapa dia mesti merancang mimpi segala kalau memang nggak cocok?”

Rabu, 30 November 2011

Temani Aku Sejenak

Bismillahirrahmanirrahim..

“Ayah, main mobil-mobilan bareng  aku yuk!”

Seorang anak berlari menghampiri ayahnya yang sedang asyik menerima telpon.

“Sebentar Nak, ayah lagi telpon.”

“Ah...ayah. Ini kan hari libur, telpon terus...telpon terus!”

“Ayah kan lagi sibuk, main sendiri saja!” dengan nada membentak sang ayah menimpali.

Sang anak pun bermain sendiri, meski gurat kesedihan telah ditampakkan pada sang ayah.

Tak terasa waktu terus bergulir, sang anak telah tumbuh dewasa sedangkan sang ayah telah mulai menua.

“Nak, ke rumah ayah ya? Ayah dan ibu kangen sama kamu.” Sang ayah menceritakan kerinduannya untuk bertemu sang anak melalui sambungan telpon.

“Nanti ya yah, kalau aku sudah ada waktu longgar,” sahut sang anak dari sebrang sana.

“Sebentar saja Nak.”

“Iya, nanti pasti aku ke sana, tapi nunggu kalau ada waktu.”

Sambungan telpon pun terputus begitu saja, sang ayah hanya mampu menghela nafas.

Kamis, 03 November 2011

Afwan, Ku Tolak Khitbahmu

Bismillahirrahmanirrahim...

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah.

Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’. ”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya. Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

Minggu, 16 Oktober 2011

Terimakasih Karena Membuatku Merasa Sempurna

Keyakinan akan kehadiran seorang kekasih yang  menjadi pendamping tentu disertai dengan keyakinan atas pilihan-Nya.  Pilihan-Nya tak akan pernah salah bukan?

Banyak wanita yang sudah menjadi seorang istri mengeluh karena Allah Azza Wa Jalla tidak memilihkan orang yang tepat untuknya, hanya karena dia merasa bahwa orang yang Allah pilihkan tidak sesuai dengan harapan.

Inginnya yang romantis dan perhatian, tapi ketika menikah ternyata pasangan kita jarang sekali menunjukkan sisi romantisnya. Sebagai seorang wanita tentu hal semacam ini akan menimbulkan rasa yang luar biasa tidak menyenangkan, karena wanita memang selalu ingin diperhatikan.

Kamis, 29 September 2011

Indahnya Menjadi Muslimah



Bismillahirrahmanirrahim...

“Suit...Suit..."Terdengar suara siulan dari beberapa pemuda yang nongkrong di depan gang, si cewek yang merasa digoda menampakkan mukanya yang memerah karena marah.

"Heh!! nggak pernah liat cewek jalan kali ya!”

Salah satu pemuda nggak mau kalah dengan menimpali,"lho mbak, ada rejeki lewat

Di depan mata masa mau ditolak, lagian si mbak pake baju yang aduhai, jadi buat kita gimana gitu,berartikan emang mau ngasih rejeki buat kita-kita."

Pandangan nakal si pemuda terus melihat kaki si cewek dengan rok mininya dan baju ketat yang dia pakai. Dengan kesal si cewek berlalu tanpa bisa membela diri.

Datang lagi cewek ke dua, dengan pakaian yang kurang bahan masih di tempat yang sama dengan pemuda yang sama, tanpa berpikir lama para pemuda melakukan hal yang sama dengan cewek pertama.

Selasa, 20 September 2011

Otakmu Lebih Mini dari Rok Miniku

Bismillahirrahmanirrahim...

Ku lihat seorang wanita duduk tidak nyaman berhadapan denganku di sebuah angkutan umum. Duduknya yang gelisah membuatku penasaran.

Ketika kumelihat beberapa orang yang ada di angkutan ini pun sepertinya memperhatikan hal yang sama denganku, melihat kegelisahan seorang wanita di hadapanku.

Aahh...sepertinya aku tahu apa penyebabnya. Daritadi sepertinya ia berusaha menarik-narik roknya agar memanjang, aku yakin rok itu tak akan pernah bisa jadi panjang.

Kakinya yang jenjang dan putih ingin ditunjukkan pada dunia, tapi karena sedang duduk  rok yang super mini itu tampak lebih mini. Ia mungkn risih juga dengan tatapan orang-orang di angkot. Eh..tapi kakinya bagus juga. Tanpa sadar aku pun tersenyum menatap wanita tadi.