Bismillahirrahmanirrahim...Pahit..sangat pahit...
Bila aku harus kehilangan dia, mendingan aku nggak usah lagi kenal yang namanya cowok. Sakit hati ini...sakit.
“Kalau saja cinta itu benar adanya untuk Allah dan dari Allah, aku yakin, kamu justru merasa harus kehilangan dia.”
Suara di belakangku membuat aku tersentak dari lamunanku. Mbak Ayu segera duduk di sampingku. Aku segera menyeka air mata yang terus mengalir tak terkendali.
“Tapi mbak, aku udah terlanjur cinta. Udah banyak mimpi indah yang kita rancang sampai ke rencana menikah. Eeehh...dia justru gampang banget berpaling ke cewek lain. Katanya nggak cocok ta’arufan sama aku, tapi kenapa dia mesti merancang mimpi segala kalau memang nggak cocok?”
