Minggu, 18 September 2011

Jika Aku Tak Cantik Lagi

Bismillahirrahmanirrahim…

“Mas…” aku mencoba mengguncang tubuh suamiku yang sedang asyik membaca koran pagi kesukaannya.

“Mas…” ku guncang kembali, kali ini lebih keras karena aku merasa ia tidak memperhatikanku.

“Hmm…” hanya itu jawabannya tanpa melihatku sama sekali.

Merasa tidak diperhatikan juga, aku melangkah mendekati sebuah cermin yang tak jauh dari tempat suamiku membaca.

“Mas, aku udah nggak cantik kayak dulu lagi ya?” sambil menatap cermin, kusapu setiap senti wajahku dengan tangan. Aku melihat suamiku menutup korannya dengan mengerenyitkan dahi, heran.

“Sejak kapan Dinda memperhatikan wajah Dinda cantik atau tidak cantik?” suamiku mendekatiku seraya tersenyum.

“Ah…aku sudah tua mas, kerutanku sudah banyak, lihatlah aku sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan mas pun sudah jarang mau menatapku.”

“Hey, jangan-jangan Dinda marah karena mas tadi tidak memperhatikan?”

Kamis, 15 September 2011

Jangan Duakan Aku!

Bismillahirrahmanirrahim...


"Mana ada wanita yang mau diduakan? ngerasa dikhianati." Aku menangis tersedu di pundak sahabatku.


"Sabar..sabar," kata sahabatku enteng.


"Ah..kamu enak bilang sabar, nggak ngerasain apa yang sedang aku rasakan sekarang!"


Sahabatku tersenyum penuh arti,"paling nggak enak memang kalau diduakan, merasa dikhianati, merasa dibohongi, merasa dibodohi, dan merasa-merasa yang lainnya. Kamu berpikir seperti itu karena diduakan pacar kamu, pernah nggak kamu berpikir kalau kamu telah menduakan Dzat yang menciptakan wajahmu sehingga kamu disukai  karena kecantikanmu?"


Tiba-tiba saja air mataku terhenti, berganti dengan keterpanaan atas ucapan sahabatku.


***


Saat kita diduakan oleh pasangan, kita merasa dikhianati. Tapi kita tidak menyadari bahwa kita sedang menduakan-Nya, bukankah berarti kita sedang mengkhianati-Nya?

Rabu, 14 September 2011

Aku (bukan) Muslimah Sempurna

Bismillahirrahmanirrahim...

"Pakai jilbab tapi kelakuannya nggak bisa dijaga, mendingan kayak aku, meski nggak pake jilbab tapi aku masih bisa jaga diri"

"Katanya muslimah, tapi liat aja kelakuannya nggak jauh beda sama kita-kita. Mending nggak usah ngaji atau apalah toh sama aja."

Sahabat BMB, pernah dapat perkataan atau mendengar orang berbicara

Sabtu, 03 September 2011

Cinta Merobohkan Akalku

Bismillahirrahmanirrahim...

Seorang ahli ibadah bernama Umar, sedang asyik dengan kkhusyuannya membaca setiap ayat Al Quran dengan lantunan sangat indah. Tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik duduk di depannya dengan pakaian seadanya tak menutupi auratnya. Dengan sangat terkejut umar lalu beristighfar dan langsung menundukkan pandangannya.

”Saudariku,apa yang kau lakukan disini,tolong keluarlah atau fitnah akan mengguncang kita,” kata umar bergetar.

"Aku tergoda olehmu, aku mencintaimu, aku ingin bermesraan denganmu,apakah kau tak menyukaiku?," wanita itu mencoba merayu.

”Pergilah, syetan telah merusak jiwamu,” dengan penuh ketegasan umar mengusirnya.

” Tidak wahai umar, aku rusak karna cintamu, aku buta karna cintamu, lihatlah aku yang begitu mencintaimu, menginginkanmu ada dipelukanmu,” wanita itu terus menggodanya.

” Baik, aku ingin bertanya padamu saudariku. Jika engkau membenarkan perkataanku,maka aku mau melakukan apapun yang kau minta,"kata umar

”Jangan tanya lagi, aku pasti akan membenarkan semuanya,”kata wanita itu senang.

Selasa, 23 Agustus 2011

Jangan Kotori Ramadhanmu, Ukhti!

Bismillahirrahmanirrahim..

"Tarawih yuk mbak?"kataku mengajak Mbak Ayu ke Masjid.

"Aahh..capek! Dari pagi sampai sore aku puter-puter Mall XXX terus ke pasar juga, mau istirahat."

Aku hanya geleng-geleng kepala melihat Mbak Ayu yang sedang asyik menonton Televisi.

Pulang dari Shalat Tarawih tak sengaja aku mendengarkan dua orang perempuan yang sedang adu mulut di parkiran motor.

"Kamu pulang sama aku aja, nggak usah sama dia!"kata salah satu dari mereka.

"Aku nggak enak sama dia, udah janjian dari kemarin,"jawaban dari temannya.

"Lho, kamu itu gimana? pulang taraweh langsung pacaran. Malu tau!"

"Nggak pacaran tau, dia cuma temen deket."

"Apa bedanya? toh pulangnya mau boncengan berduaan sama cowok."

Akhirnya sang sahabat pun marah dengan melajukan motornya, meninggalkan temannya yang menunggu "teman cowoknya".

***

Sahabat BMB fillah, coba direnungkan sejenak saja, apa yang kamu cari atau apa yang ingin kamu dapatkan di bulan Ramadhan ?

Sebelum ramadhan dimulai, banyak muslimah berbondong-bondong ke pasar atau ke pasar modern seperti Mall. Alasannya ingin membeli baju gamis Syahrini, jilbab Marsyanda, atau trend-trend yang lain untuk lebaran. Masyaallah...ramadhan belum dimulai tapi lebaran seperti tujuan utama untuk berburu pakaian baru.

Akhirnya, karena niat dari awal ramadhan sudah terkotori dengan bermacam-macam keinginan, di akhir ramadhan pun sudah lelah. Bukan lelah dengan berbagai ibadah, tapi lelah dengan kesibukan pemenuhan keinginan saat lebaran. Tarawih pun jadi tertinggal, masjid jadi kemajuan -Shaffnya yang maju-, tidak sempat untuk kembali membaca Al Quran, apalagi memikirkan 10 malam terakhir, yang ada sudah tidak sabar berpenampilan saat lebaran.

Padahal jelas, hanya di bulan barokah ini lah Allah Subhanahu Wa Ta'ala mendiskon pahala-Nya. Semua yang kamu kerjakan berlipat-lipat pahalanya, tapi sayang hanya sebagian muslimah yang menyadari betapa nikmatnya bulan ini dan terkalahkan dengan berburu pakaian bukan berburu malam Lailatul Qodar. Dan semakin miris, gamis yang diburu justru gamis-gamis yang masyaallah..terlalu berlebihan, seperti yang sedang trend saat ini.

Sahabat BMB, lain lagi dengan sebagian muslimah, ladang pahala di bulan ini seakan-akan terlupakan. "Ngabuburit" menjadi aktivitas wajib menjelang buka puasa dengan berjalan-jalan tak tentu arah, dengan memborong makanan berbuka yang berlebihan dan akhirnya menjadi mubadzir, atau bahkan ada yang justru berduaan di sebuah tempat dengan lawan jenis yang bukan mahromnya.

 

 

 

 

Rabu, 17 Agustus 2011

Surga Telah Menantimu, Sayang!

Bismillahirrahmanirrahim...

Aku berjalan beriringan bersama ke lima anakku, sedangkan suamiku sudah berjalan mendahului kami beberapa hari yang lalu dan belum kembali sampai detik ini.

Dengan terpaksa..aahh..bukan dengan terpaksa, tapi kami memang harus segera menyusul. Ya..menyusul ke sebuah penampungan yang jaraknya kurang lebih satu minggu dari sini, tapi disanalah makanan tersedia.

Tak ada pilihan buat kami selain berjalan menuju ke sana ditengah kekeringan yang super dahsyat ini. Namun aku tahu, Allah Azza Wa Jalla sedang menguji kami, dan kami sangat yakin bila kami dapat melalui ujian ini maka Allah akan memberikan kami kemuliaan.

"Ummi, aku capek." Maria, anakku yang nomer dua merengek minta istirahat.

Dari tadi dia memang berjalan dengan anakku yang pertama,Ahmad dan Rahma, anakku yang ketiga. Ketiganya sudah lumayan besar sehingga aku bisa mengajak mereka berjalan. Sedangkan dua anakku yang lain, yang aku gendong di punggungku baru berusia 2 tahun lebih, Shantia, dan yang aku gendong didepan baru 8 bulan, Amar.

Senin, 15 Agustus 2011

Biarlah Allah Memilihnya Untukmu

Bismillahirrahmanirrahim...


Di suatu sudut taman, aku melihat seorang gadis sedang menangis. Tidak..dia tidak sendirian, namun ditemani seorang wanita dan seorang laki-laki. Kebetulan duduk kami tidak lah berjauhan, samar-samar aku masih mendengar pembicaraan mereka.


"Kalau kamu yakin, abang sih nggak apa-apa Lena. Toh kamu sudah besar, bisa memilih dan memilah, ya kan ummi? Tapi yang abang nggak suka, cara kalian berhubungan."


Aku sudah bisa menerka, bahwa wanita dan laki-laki itu adalah sepasang suami istri dan gadis itu adalah adik dari laki-laki itu. Dan lagi-lagi aku bisa menebak ke arah mana pembicaraan mereka, apalagi kalau bukan "Cinta"


"Aku juga tahu batasannya, Bang." Gadis itu menjawab dengan sesegukan.